Entri Populer

Rabu, 18 Mei 2011

Mengatasi Cedera Engkel saat main Futsal

Bagi kita yang senang olahraga futsal atau basket, cedera ini sering kita jumpai. Biasanya terjadi saat kita berlari kemudian terpeleset dengan salah tumpuan atau saat setelah melompat kita salah menjejakkan kaki waktu mendarat. Tentunya sangat menjengkelkan bila engkel kita cedera. Karena sangat nyeri terutama untuk menjejakkan kaki ke tanah, bengkak, dan kita jadi berhenti bermain futsal atau basket, untuk sementara menjadi penonton.

Sebenarnya cedera engkel yang sering terjadi ada 2 macam, yaitu strain ankle dan sprain ankle injury. Strain terjadi ketika otot atau tenden kita terlalu meregang, sedangkan sprain, cedera yang lebih serius, adalah peregangan pada ligamen (jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang). Sekitar 85% dari semua cedera engkel adalah sprain ankle dan 45% nya merupakan cedera saat olahraga. Sekitar 50% orang yang pernah menderita bisa kambuh lagi. Kebanyakan cedera engkel (sekitar 85%) adalah inversion injury yaitu kaki tertekuk ke arah dalam, sehingga terjadi peregangan pada ligament bagian luar. Sedangkan cedera engkel karena kaki tertekuku ke arah luar jarang terjadi, dikarenakan posisi anatomis kaki kita.

Ada beberapa derajat dari cedera engkel, tapi tidak akan saya bahas pada tulisan ini. Yang lebih penting adalah penanganan awal kita terhadap cedera yang kita alami. Biasa yang saya lihat bila ada salah satu rekan yang cedera, maka yang lainnya beramai-ramai memberikan solusi. Ada yang menyuruh dipijat, langsung ditekuk seperti waktu kram, disuruh jongkok, dan lainnya. Sebenarnya penanganan yang benar ada  4 prinsip. Untuk lebih mudahnya biasa disingkat dengan R I C E.
1. Rest atau istirahat

Mengistirahatkan kaki yang cedera dari gerakan berlebihan yang tidak perlu dan dari gerakan menahan beban badan dengan menjejakkan kaki ke tanah. Kruk (crutches) atau bidai (splint) sangat membantu.
2. Ice atau es

Kompres es digunakan untuk mengurangi bengkak. Dilakukan 20 menit tiap jam selama bengkak masih ada
3. Compression


Engkel dan kaki dibebat dengan bebat elastis atau stocking khusus dengan rapat tapi tidak erat. Jika bengkak menyebabkan bebat terlalu erat, harus direnggangkan secepatnya
4. Elevation


Kaki diletakkan di atas letak jantung selama 48 jam pertama. Ini dilakukan untuk meminimalisir bengkak dan memar.

Selain itu, bisa diberikan obat pereda rasa nyeri. Tentu penggunaannya harus sesuai instruksi dokter.
Cedera engkel dengan penanganan yang sesuai kebanyakan sembuh antara 2 sampai 6 minggu. Cedera yang berat memerlukan waktu yang lama sekitar 12 minggu dan memerlukan fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan dan koordinasi otot. Tindakan bedah jarang diperlukan. Bila kita mengalami nyeri terus menerus dalam jangka waktu lama atau cedera engkel kambuhan, tindakan bedah mungkin diperlukan.
Oleh karena itu, sebaiknya sebelum olahraga kita melakukan pemanasan dan  pilih sepatu yang sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan.

Semoga bermanfaat…

sumber : http://drdjebrut.wordpress.com/

[Review Sepatu Futsal] Nike CTR360 Libretto II

Nike CTR360 Libretto II , dirancang untuk memberikan control penuh pada bola, sehingga memungkinkan kita untuk beralih dengan cepat dari bertahan ke menyerang, posisi yang sangat cocok untuk permainan futsal.

Dengan bahan baku kulit asli untuk bagian depan untuk kesempurnaan kekuatan  dan kulit sintetik di bagian belakang untuk kenyamanan. Dengan pads di depan dan bantalan empuk di belakang memberikan kenyaman ekstra ketika di gunakan, sehingga Nike CTR libretto II memberikan kontrol bola yang sempurna untuk passing cepat dan akurat.

Teknologi Nantomiclly-Asimetris memaksimalkan sentuhan kontrol bola pada sepatu yang menyempurnakan passing.
PDS002009E33 3 Nike CTR 360 Libretto II White / Blue Spark 
Sockliner EVA dan Midsole phylon merupakan bantalan yang terdapat pada Nike CTR II yang memberikan kenyamanan ekstra pada saat di gunakan, pola heringbone yang di cetak pada outsole karet memberikan kekuatan dan cengkraman kuat pada permukaan lapangan keras.

The Nike CTR360 Libretto: Ground-gripping control

The Nike CTR360 Libretto II IC Men's Soccer Shoe is all about controlling the ball and dominating the game. Ultra-durable and super-lightweight, this shoe is designed for quick moves and deadly accuracy during heated matches.

Benefits
Synthetic leather upper for a comfortable, durable fit
Asymmetrical lacing system for an expanded ball control area
Herringbone pattern with pivot point at outsole for multidirectional moves
Indoor competition (IC) outsole made with non-marking materials and features designed to enhance movement and traction

Control
Whether you're receiving or passing the ball, the CTR360 Elite Libretto is designed for excellent touch and total control. Along the instep, an injected, hard pass-pad is made for quick accurate moves. The softer receive pad is angled for better friction to help reduce ball spin. Dampening pods and an expanded ball control area deliver exceptional feel from the first touch.

Traction

The CTR360 Libretto has a non-marking rubber outsole that's designed for indoor matches. Special pods team up with a pivot point at the forefoot to grip the ground while allowing for quick moves in any direction. A cut-away area at the arch allows for extra flexibility and helps minimize the overall weight of the shoe.

Additional Details
EVA sockliner with anatomically correct Phylon midsole for cushioning and support
Flex grooves at the forefoot for enhanced flexibility and a better range of motion



Reviews By User

untuk Shooting, Sepatu ini terlampau biasa-biaas saja, namun untuk Dribble, Passing dan Control... ini sangat baik, terutama cocok untuk seorang Playmaker. dengan tingkat kenyamanan yang tinggi ketika dipakai, sepatu ini juga cocok untuk pemain yang bertubuh besar...


Harga di Counter Nike : US$ 55 di Indonesia sekitar Rp. 699.000, di Kaskus sekitar Rp. 580.000...